Flash back ke event DCF 7 (Dieng Culture Festival) pada bulan Agustus 2016 mengingatkanku pada moment menerbangkan lampion. Pada malam itu, ribuan orang telah berkumpul di pelataran Candi Arjuna. Puluhan ribu orang berpartisipasi dalam acara ini . Ini adalah kali pertama saya menerbangkan lampion . Sebelum lampion diterbangkan, biasanya disertai ritual "make a wish" dengan harapan segala keinginan akan terlaksana seiring doa-doa tersebut telah sampai ke atas langit dan diijabah yang maha kuasa, sang penguasa langit dan bumi . Namun sayangnya lampion saya gagal terbang. Mungkin dia terlalu berat membawa doa . hi..hi ..Pada malam itu, untuk pertama kali nya dalam hidup saya , saya melihat langit yang sangat indah bermandikan cahaya keemasan . Pada malam itu juga , ribuan lampion diterbangkan, yang artinya ribuan doa telah diterbangkan ke atas langit Dieng .
| Saya dan Dini , lagi siap-siap menerbangkan lampion |
![]() |
| ribuan lampion siap mengangkasa raya |
Doa - doa yang telah disematkan didalamnya telah di lepaskan , dimana artinya kita juga harus melepaskan keinginan dan memasrahkannya pada sang maha pencipta . Terkadang kita terlalu ngotot padahal seharusnya setelah kita berdoa dan berusaha, yakinkah bahwa doa-doamu dimana pun kau panjatkan pasti akan sampai . Tak perlu dikejar , tak perlu memaksakan takdir, tak perlu memaksakan Tuhan . Bergembiralah dengan hidupmu , lepaskanlah segala keinginan , kegalauan , keresahan , kebimbangan . Berharmonilah dengan kehidupan yang indah ini . Jika Tuhan kasih kesempatan lagi untuk menerbangkan lampion, mungkin kelak bukan make a wish lagi yang akan saya lakukan tapi saya akan melambungkan gratitude list ke angkasa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar