Tempat wisata gunung bromo memang sangat menarik , yang pasti kalau sudah pernah sekali pasti bikin ketagihan untuk kembali lagi . Mungkin selain kota suci Mekkah yang bikin nagih dan selalu ingin balik lagi ke sana , tempat itu adalah Bromo. Sejuknya udara di pegunungan tengger dengan keindahan alam Bromo sangat sulit dilupakan sehingga membuat kita ingin kembali lagi dan lagi ke sana.
Untuk menjangkau satu lokasi dengan lokasi lain di Bromo sangatlah sulit karena kawasan ini berpasir dan bebatuan, untuk itu wisatawan biasanya menggunakan jeep,namun jika anda ingin sensasi adventures yang lain yang akan memacu adrenalin anda, kini saatnya menjelajahi Bromo menggunakan motor trail. Dengan menggunakan motor, kelebihannya adalah memudahkan kita untuk mengunjungi kawasan Bromo yang tidak terjangkau oleh Jeep, selain itu juga menggunakan motor trail lebih menghemat waktu dan pastinya bisa lebih lama menikmati keindahan kawasan Bromo.
Harga sewa motor trail lebih murah dibandingkan harga sewa jeep. Jasa sewa motor trail kisaran harganya bervariasi bergantung jenis dan merk motor yang hendak digunakan, namun umumnya sekitar 200ribu untuk waktu 12 jam didalamnya sudah termasuk bensin 1x full tank. Berikut rincian biayanya
- Sewa Motor BF 240.000
- Sewa Baju,sepatu, helm 50.000
- Jasa guide Rp. 350.000
Saya dan teman-teman pun mencoba sensasi menjelajah Alam Bromo menggunakan Motor Trail, dimana perjalanan dimulai dari Kota malang Jawa Timur, kami bergerak dari Malang Kota yang sebelumnya motor sudah di cek kondisi dan kelayakannya oleh pemilik serta memakai perlengkapan pelindung seperti Helm, Gogle (kaca pelindung), sepatu boot dan body protector (pengaman anggota tubuh seperti kaki dan tangan). Dilanjutkan perjalanan menuju Tumpang kearah Desa Ngadas dan Gubuk Klakah, sampai pada daerah Coban Pelangi dengan membayar Tiket Retribusi ke Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru, untuk menuju lokasi perjalanan cukup menantang dengan jalan menanjak dan tikungan tajam serta jurang terjal, tetapi tidak perlu khawatir, perjalanan ini sangatlah aman asal menjaga kecepatan, pengendalian kendaraan dan hati-hati saat perjalanan.
Dari pertigaan Coban Pelangi perjalanan dilanjutkan dengan menuruni bukit, dan kali ini kami harus berhati-hati karena medan yang cukup rusak di beberapa bagian jalan akan tetapi hal ini lah yang menjadikan kesan petualang dengan melewati bukit teletubis/ padang savana dan disertai hamparan lautan pasir, yang tak henti-hentinya memanjakan mata untuk memandang dan mengatur emosi saat anda sudah melakukan manuver pada Motor Trail yang di kendarai. Di lokasi ini kita bisa langsung berwisata ke Bromo, Pasir Berbisik, menaiki Kuda, Jelajah Padang Savana, Gunung Batok, Pura (tempat ibadah masyarakat Hindu Tengger), dan Gunung Pananjakan pada saat pagi hari dengan suguhan Sunrise berlatar belakang Gunung Bromo, Batok dan Gunung Semeru (Gunung tertinggi di Pulau Jawa) hal ini semua dapat kita nikmati dengan Menggunakan Motor Trail, total jarak yang ditempuh dari Kota malang hingga sampai di Gunung Bromo yaitu menghabiskan waktu 2 Jam dengan kecepatan 60 km/jam.
AdvetuRan means The Adventures of Ranty. And that’s how “AdventuRan” came about. An adventurer in almost anything possible. This site is about travelling and life transforming. Yes this is it "Cerita Perjalanan Seorang Musafir Kehidupan " . I hope to share my experiences and other inspiring stories in my humble site . So Welcome to AdventuRan.
Senin, 05 November 2018
Minggu, 04 November 2018
Vigan City
Tak pernah terbayangkan bahwa akhirnya aku akan menginjakkan kaki di kota tua bernama Vigan. Kota yang terletak di Provinsi Ilocos Sur , Filipina ini di bangun pada abad ke-16 pada zaman penjajahan Spanyol, yang kemudian ditetapkan menjadi situs warisan dunia UNESCO tahun 1999. Saya memulai langkah di kota ini bersama sahabat seperjalanan saya Ully . Kami tiba di Manila pada pukul empat sore dan setelah di bandara, Kami melanjutkan perjalanan ke Terminal Cubao. Dari Cubao, Kami naik bus Partas menuju ke kota Vigan. Harga tiket busnya adalah 760 peso. Kami naik bus jam 10 malam dan tiba di kota Vigan sekitar jam 5 pagi. Kami melanjutkan perjalanan menuju hotel dengan tricycle.
Kesan pertama ketika menginjakkan kaki di kota ini , seakan berada di era abad ke -16 dengan arsitektur bangunan-bangunan bergaya Spanyol. Jalanan dengan pertokoan berjejer di sisi kanan dan kiri , dengan bangunan-bangunan tua yang seakan dibiarkan sekarat tanpa pernah dipoles kembali. Hilir mudik kereta kuda yang biasa di sebut kalesa memenuhi ruang-ruang kota .
Hari pertama kali mengeksplor kota kecil di sekitar Calle Crisologo seakan membawa kami ke era Spanyol di Filipina. Kami berjalan kaki menyusuri kota kecil ini. Mayoritas penduduknya fasih berbahasa Inggris sehingga Kami tidak kesulitan dalam berkomunikasi dengan mereka. Diantara sekian banyak hal yang membuat saya terkesan adalah keramahan penduduknya .Kota ini juga terkenal dengan makanan lokalnya yaitu empanada.
Jumat, 02 November 2018
Broken Wing
Beberapa hari ini pikiranku tersita oleh banyak hal dan masalah. Rasanya selama berhari-hari pikiranku sibuk melanglang buana tak tentu arah, berusaha menerka dan memecahkan teka-teki atas segala misteri dalam ujian hidup ini. Ah... Sudahlah pikirku. Kali ini aku coba mengalihkan pikiranku ke hal lain, aku pun mulai membuka sosmed yang selama beberapa hari terabaikan. Lion Air menjadi trending topik. Sayap itu telah patah tenggelam ke dasar laut. Saya mulai membaca komentar-komentar dan postingan seputar tragedi ini. Ada yg simpati, mencaci, menyudutkan, dan ada yang jadi takut naik pesawat. Kebetulan saya termasuk orang yang sering travelling, dan selama ini kebetulan belum pernah naik Lion. Bukan karena takut tapi lebih karena sering delay. Sungguh sempit pemikiran orang-orang yang punya pikiran takut naik pesawat , ga mau naik lion. Kita tidak akan tahu kapan kehidupan akan berakhir, namun yang pasti suatu hari kelak itu akan terjadi. Ketika sayap itu patah, artinya memang takdirnya memang demikian adanya. Apakah Anda pernah merenungkan, bahwa pada detik ini juga Tuhan sedang memperhatikan kita, selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, bahkan saat Anda sedang membaca tulisan ini . Yang bisa dilakukan manusia hanyalah berdoa dan mohon perlindungan-Nya. Percayalah, apapun yang terjadi takdir Allah pasti baik. Dan jika kamu punya sayap, lalu sayapmu patah, percayalah itu skenario terindah dari Tuhan bahwa tugasmu sudah selesai dan kamu harus melanjutkan perjalanan baru ke kehidupan yang lainnya.
Rabu, 31 Oktober 2018
Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu
Para pemimpi menaruh mimpinya dengan berbagai macam cara . Ada yang membuat vision board , ada yang menaruhnya di langit-langit kamar, dan ada yang menuliskannya di buku diary atau blog.
Disini saya akan mengisahkan sebuah impian dari kawan saya, Vicky. Bertemu dengan Vicky, seorang guru yang sejak dulu ingin sekali kuliah di England. Dia menggunakan sebuah prinsip Law Of Attraction. Konon, katanya jika kita menaruh gambar impian yang kita lihat setiap hari, maka gambar itu akan mewujud menjadi nyata.
Sejak di bangku sekolah, Vicky mulai memasang logo Universitas yang sangat di inginkan di wallpaper HP. Universitas Indonesia adalah targetnya. Dan ternyata cara tersebut berhasil membawanya melangkah
ke Universitas tersebut. Setelah itu, Vicky mulai benar-benar menerapkan prinsip yang sama di pertengahan 2016. Vicky mulai membuat dream board (papan visi) didinding kamarnya dan merancang impiannya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Briston
London. Papan impian itu berisi peta BRISTON, bendera inggris , dan juga gambar yang
bertuliskan welcome to briston, visit briston, gambar dan logo universitas impiannya. Setiap hari dia melihat gambar tersebut, muncul perasaan bahagia, seolah-olah sudah berada di sana. Perlahan tapi pasti, Tuhan memeluk impiannya. Jalan menuju ke sana sedikit demi sedikit
terbuka. Setelah melalui berbagai macam proses, pada bulan January 2017 Vicky dinyatakan lulus dan diterima di universitas tersebut. Langkah
selanjutnya adalah menunggu beasiswa . Dalam proses menunggu tersebut, Vicky terus melakukan visualisasi secara konsisten, selalu bersyukur dan berbahagia,
dan mempunyai keyakinan yang sangat kuat bahwa cita-cita nya akan tercapai.
Sampai akhirnya di tanggal 25 Oktober 2017, dia dinyatakan sebagai penerima
beasiswa di Universitas Impian tersebut, Briston !!!. Semua jalan terbuka lebar
dan sesuai dengan apa yang di inginkan . Gambar-gambar tersebut telah
terwujud menjadi nyata .
Seperti kata-kata Andrea Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu Sebelum tidur cobalah melihat gambar-gambar impian ke langit-langit kamar atau dinding-dinding kamar untuk memastikan mimpi tersebut belum pudar atau menghilang untuk selamanya.
#daywritingchallange
#dwcjilid15
#squad8
#day12
#daywritingchallange
#dwcjilid15
#squad8
#day12
Benteng Moraya, Destinasi Cantik Yang Kaya Nilai Sejarah
Nama Moraya sendiri berarti genangan darah, karena ditempat ini pernah terjadi pertumpahan darah akibat perang antara orang Tondano-Minahasa melawan Belanda. Sebuah monumen menjulang tinggi dan berdiri kokoh menjadi simbol untuk mengingatkan akan nilai-nilai heroik dan patriotik orang Tondano-Minahasa dalam mempertahankan tanah leluhurnya.
Jika ingin menyaksikan keindahan alam Tondano dari ketinggian, kita bisa menaiki tangga hingga ke puncak monument . Saya dan Uli memutuskan menikmati keindahan alamnya disekitaran benteng saja. Arsitektur benteng dibuat sangat menarik dengan kolam yang mengitarinya.
Dengan berkunjung ke tempat ini, selain bisa mendapatkan informasi sejarah, hal yang saya sukai secara pribadi ditempat ini adalah udaranya yang sangat sejuk ditambah dengan pemandangan pegunungan dan areal persawahan yang hijau.
#dwcjilid15
#squad8
#day11
Torang Samua Basaudara
Liburan ke Manado kali ini punya rasa yang berbeda dari biasanya dan bisa dikatakan ini adalah liburan yang paling "out of the box". Untuk kali ini, saya dan Uli mencoba sesuatu yang lain dari biasanya . Semuanya serba dadakan , tanpa planning dan itinerary dan Alhamdulillah semuanya dimudahkan. Semesta seolah-olah memanggil -manggil Kami "Mari Jo Ka Manado". Ya slogan tersebut selalu terngiang-ngiang saat memasuki kota Manado. Selain slogan tersebut, ternyata masyarakat di sana mempraktekkan sebuah semboyan dalam kehidupan kesehariannya. Semboyan itu berbunyi Torang Samua Baa saudara, yang artinya Kita semua bersaudara.
Semboyan ini sudah melekat dalam kehidupan masyarat dan juga tercermin pada satu tempat wisata yang juga sudah terkenal sampai ke mancanegara. Bukit Kasih adalah sebuah bukit wisata religi, sebuah bukit yang berada di kaki Gunung Soputan.
Bicara tentang wisata Manado memang tidak pernah ada habisnya. Selain Bunaken yang mendunia karena surga bawah lautnya, ada pula sebuah bukit yang tak kalah populernya dengan Bunaken.
Bukit Kasih namanya yg berlokasi di Desa Kanonangan, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Hujan deras menyambut kedatangan Kami di tempat ini. Setelah hujan sedikit reda, kami pun mulai berjalan menuju lokasi.
Di dekat pintu masuk kompleks wisata ini, traveler akan menemui sebuah monumen dengan tinggi sekitar 22 meter yang di bagian atasnya terdapat patung burung merpati sebagai lambang cinta yang melingkari bumi. Lambang tersebut mempunyai arti cinta kasih yang meliputi seluruh bumi.
Dibagian bawah tugu disetiap sisinya tedapat ukiran gambar dan simbol serta kutipan ayat Kitab Suci dari masing-masing agama yang ada di Indonesia. Tugu Toleransi merupakan monumen pengingat akan kehidupan yang saling bertoleransi antar umat beragama.
Alam menyambut kedatangan Kami dengan guyuran hujan yang deras. Cukup lama Kami menunggu hujan reda. Tampak kepulan asap putih dari atas bukit yang berasal dari kawah belerang. Pemandangan di sekitaran bukit ini begitu asri dan hijau.
Di atas bukit, dibangun rumah ibadah dari beragam agama yang ada di Indonesia. Ada masjid, gereja, vihara dan pura. Tidak mudah untuk mencapai puncak bukit. Tantangan yang harus dilalui bagi traveller untuk mencapai puncak adalah harus menaklukan 2432 anak tangga.
Kami pun memutuskan untuk menikmati suasana dingin dan sejuk dari sekitaran tugu tanpa naik ke atas karena rintik-rintik hujan yang masih belum sepenuhnya reda. Kepulan asap belerang berpadu dengan latar belakang perbukitan dan ribuan anak tangga yang melingkari perbukitan menambah keeksotisannya. Jika anda ke Manado, luangkanlah waktu untuk megunjungi tempat ini karena pemandangannya yang menakjubkan.
Jalur anak tangga yang melingkar menuju ke puncak Bukit Kasih tampak seperti Tembok Cina Keci. Di sini, selain anda bisa menikamati indahnya pemandangan, juga bisa melaksanakan ibadah dari atas bukit dan tentunya mendapatkan inspirasi cinta kasih .
#daywritingchallange
#30dwcjilid15
#squad8
Semboyan ini sudah melekat dalam kehidupan masyarat dan juga tercermin pada satu tempat wisata yang juga sudah terkenal sampai ke mancanegara. Bukit Kasih adalah sebuah bukit wisata religi, sebuah bukit yang berada di kaki Gunung Soputan.
Bicara tentang wisata Manado memang tidak pernah ada habisnya. Selain Bunaken yang mendunia karena surga bawah lautnya, ada pula sebuah bukit yang tak kalah populernya dengan Bunaken.
Bukit Kasih namanya yg berlokasi di Desa Kanonangan, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Hujan deras menyambut kedatangan Kami di tempat ini. Setelah hujan sedikit reda, kami pun mulai berjalan menuju lokasi.
Di dekat pintu masuk kompleks wisata ini, traveler akan menemui sebuah monumen dengan tinggi sekitar 22 meter yang di bagian atasnya terdapat patung burung merpati sebagai lambang cinta yang melingkari bumi. Lambang tersebut mempunyai arti cinta kasih yang meliputi seluruh bumi.
Dibagian bawah tugu disetiap sisinya tedapat ukiran gambar dan simbol serta kutipan ayat Kitab Suci dari masing-masing agama yang ada di Indonesia. Tugu Toleransi merupakan monumen pengingat akan kehidupan yang saling bertoleransi antar umat beragama.
Alam menyambut kedatangan Kami dengan guyuran hujan yang deras. Cukup lama Kami menunggu hujan reda. Tampak kepulan asap putih dari atas bukit yang berasal dari kawah belerang. Pemandangan di sekitaran bukit ini begitu asri dan hijau.
Di atas bukit, dibangun rumah ibadah dari beragam agama yang ada di Indonesia. Ada masjid, gereja, vihara dan pura. Tidak mudah untuk mencapai puncak bukit. Tantangan yang harus dilalui bagi traveller untuk mencapai puncak adalah harus menaklukan 2432 anak tangga.
Kami pun memutuskan untuk menikmati suasana dingin dan sejuk dari sekitaran tugu tanpa naik ke atas karena rintik-rintik hujan yang masih belum sepenuhnya reda. Kepulan asap belerang berpadu dengan latar belakang perbukitan dan ribuan anak tangga yang melingkari perbukitan menambah keeksotisannya. Jika anda ke Manado, luangkanlah waktu untuk megunjungi tempat ini karena pemandangannya yang menakjubkan.
Jalur anak tangga yang melingkar menuju ke puncak Bukit Kasih tampak seperti Tembok Cina Keci. Di sini, selain anda bisa menikamati indahnya pemandangan, juga bisa melaksanakan ibadah dari atas bukit dan tentunya mendapatkan inspirasi cinta kasih .
#daywritingchallange
#30dwcjilid15
#squad8
Minggu, 28 Oktober 2018
Bangui Windmills ,Pantai Yang Penuh Kincir Angin
Apa yang ada di benak kita, saat mendengar kata Kincir Angin? Pastinya pikiran kita akan tertuju ke Belanda yang terkenal dengan julukan Negara Kincir Angin. Namun, siapa sangka kalau ternyata negara tetangga kita, Filipina juga punya banyak kincir angin lho.
The Bangui Windmills berlokasi di Bangui, Ilocos Norte, Filipina Utara. Kincir angin ini, secara resmi disebut sebagai Proyek Teluk Bangui Northwind, adalah proyek oleh NorthWind Development Corporation yang bertujuan membuat sumber energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
Kami memulai petualangan ini dari sebuah kota kecil bernama Vigan. Jadi, setelah kami tiba di Manila, kami melanjutkan perjalanan dengan bus Partas menuju ke kota Vigan. Harga tiket busnya adalah 760 peso. Kami naik bus jam 10 malam dan tiba di kota Vigan sekitar jam 5 pagi. Keesokan harinya, barulah Kami menyewa mobil untuk menjelajahi beragam tempat wisata cantik di Provinsi Ilocos Norte. Salah satu alasan terbesar Kami datang ke Ilocos Norte adalah melihat kincir angin ini.
Setelah 3 jam perjalanan, kami pun sampai di Bangui. Sepanjang perjalanan , kami disuguhi dengan pemandangan spektakuler. Bukit-bukit hijau dengan deretan kincir angin mewarnai perjalanan kami. Wow itulah kata pertama yang keluar dari mulut saya ketika saya melihat kincir angin besar. Sangat keren! Kami benar-benar takjub dengan pemandangan spektakuler dari berbagai sisinya.
Pantai cantik dengan burung-burung yang berterbangan, di sepanjang garis pantai berjejer kincir angin berwarna putih yang berputar-putar tanpa henti karena terpaan angin yang sangat kencang. Tidak ada aktivitas berenang di sini karena angin kencang dan ombaknya yang besar. Di samping itu juga udara sangat panas, jadi alangkah baiknya jika mengunjungi tempat ini di pagi hari. Siapkan juga kacamata karena terpaan angin yang kencang bisa menerbangkan pasir-pasir.
Angin di Pantai Bangui benar-benar sangat dahsyat, angin telah memberikan energinya yang luar biasa untuk menggerakkan kincir raksasa. Akibat terpaan angin juga, kami harus berfoto berulang kali untuk mendapat hasil yang bagus. Kincir Angin Bangui Ilocos Norte ini benar-benar dibangun dengan sempurna yang disusun pada satu garis di sepanjang garis pantai. Jadi, jejeran kincir angin ini selain indah untuk dilihat, juga merupakan alat yang digunakan untuk memasok listrik ke provinsi lain. Di pantai ini juga sangat sepi, tidak ada orang lain selain kami berdua kala itu. Hanya ada penjual es krim yang menghampiri kami. Selain menjajakan es krim, bapa penjual es krim tersebut juga membantu mengambil foto .
Jika teman-teman berkesempatan ke Filipina, mungkin Ilocos Norte bisa dipertimbangkan untuk ditambahkan ke dalam iterinary. Di sini, Anda akan dibuat kagum dengan kincir angin raksasanya dan pantainya yang indah. Selain Bangui Wind Mills, Ilocos Norte juga mempunyai banyak destinasi cantik lainnya seperti Blue Lagoon, Light House, Paopay Church, Marcos Museum dan masih banyak lagi . Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi jalan-jalan bagi d'Traveler yang ingin berkunjung ke Filipina.
#daywritingchallange#
#30dwcjilid15
#squad8
#day9
The Bangui Windmills berlokasi di Bangui, Ilocos Norte, Filipina Utara. Kincir angin ini, secara resmi disebut sebagai Proyek Teluk Bangui Northwind, adalah proyek oleh NorthWind Development Corporation yang bertujuan membuat sumber energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
Kami memulai petualangan ini dari sebuah kota kecil bernama Vigan. Jadi, setelah kami tiba di Manila, kami melanjutkan perjalanan dengan bus Partas menuju ke kota Vigan. Harga tiket busnya adalah 760 peso. Kami naik bus jam 10 malam dan tiba di kota Vigan sekitar jam 5 pagi. Keesokan harinya, barulah Kami menyewa mobil untuk menjelajahi beragam tempat wisata cantik di Provinsi Ilocos Norte. Salah satu alasan terbesar Kami datang ke Ilocos Norte adalah melihat kincir angin ini.
Setelah 3 jam perjalanan, kami pun sampai di Bangui. Sepanjang perjalanan , kami disuguhi dengan pemandangan spektakuler. Bukit-bukit hijau dengan deretan kincir angin mewarnai perjalanan kami. Wow itulah kata pertama yang keluar dari mulut saya ketika saya melihat kincir angin besar. Sangat keren! Kami benar-benar takjub dengan pemandangan spektakuler dari berbagai sisinya.
Pantai cantik dengan burung-burung yang berterbangan, di sepanjang garis pantai berjejer kincir angin berwarna putih yang berputar-putar tanpa henti karena terpaan angin yang sangat kencang. Tidak ada aktivitas berenang di sini karena angin kencang dan ombaknya yang besar. Di samping itu juga udara sangat panas, jadi alangkah baiknya jika mengunjungi tempat ini di pagi hari. Siapkan juga kacamata karena terpaan angin yang kencang bisa menerbangkan pasir-pasir.
Angin di Pantai Bangui benar-benar sangat dahsyat, angin telah memberikan energinya yang luar biasa untuk menggerakkan kincir raksasa. Akibat terpaan angin juga, kami harus berfoto berulang kali untuk mendapat hasil yang bagus. Kincir Angin Bangui Ilocos Norte ini benar-benar dibangun dengan sempurna yang disusun pada satu garis di sepanjang garis pantai. Jadi, jejeran kincir angin ini selain indah untuk dilihat, juga merupakan alat yang digunakan untuk memasok listrik ke provinsi lain. Di pantai ini juga sangat sepi, tidak ada orang lain selain kami berdua kala itu. Hanya ada penjual es krim yang menghampiri kami. Selain menjajakan es krim, bapa penjual es krim tersebut juga membantu mengambil foto .
Jika teman-teman berkesempatan ke Filipina, mungkin Ilocos Norte bisa dipertimbangkan untuk ditambahkan ke dalam iterinary. Di sini, Anda akan dibuat kagum dengan kincir angin raksasanya dan pantainya yang indah. Selain Bangui Wind Mills, Ilocos Norte juga mempunyai banyak destinasi cantik lainnya seperti Blue Lagoon, Light House, Paopay Church, Marcos Museum dan masih banyak lagi . Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi jalan-jalan bagi d'Traveler yang ingin berkunjung ke Filipina.
#daywritingchallange#
#30dwcjilid15
#squad8
#day9
Ketika Ribuan Doa Diterbangkan Di Dieng Culture Festival
Apa sih Dieng Culture Festival itu?
Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengenai event Dieng Culture Festival ,
Sebagaimana namanya merupakan Festival Budaya dengan konsep sinergi antara
unsur Budaya Masyarakat dan Wisata Alam.
Dieng Culture Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun
2010. Sebelumnya pernah diadakan acara serupa yang lebih dikenal dengan sebutan
"Pekan Budaya Dieng". Baru ketika memasuki tahun ketiga,
Masyarakat lokal Dieng dan Kelompok Sadar Wisata berinisiatif untuk mengubah
nama even tersebut menjadi Dieng Culture Festival.
Saya berkesempatan ikut event DCF ini bareng Amabel Travel.
Dataran tinggi Dieng terletak
di tempat yang tinggi dan suhu di Dieng berbeda dengan wilayah lain pada
umumnya. Dieng memiliki suhu yang lebih dingin. Musik jazz di atas awan
merupakan salah satu dari rangkaian acara Dieng Culture Festival di mana
penonton dapat menikmati permainan musik dari ketinggian 2.093 meter dari
permukaan laut!
Ketinggian ini bahkan menyaingi
ketinggian awan. Jazz di atas awan biasa dikenal juga dengan nama jazz kemul
sarung. Kemul berasal dari bahasa Jawa yang artinya ‘selimut’. Jadi, kemul
sarung bisa juga diartikan sebagai ‘berselimutkan sarung’ sebab cuacanya sangat
rendah, sehingga mencapai 4 derajat Celcius. Jazz atas awan adalah serangkaian
suguhan musik jazz yang digelar dalam acara Dieng Cultural festival (DCF) yang
bertempat di pelataran kompleks candi arjuna .
Event Jazz diatas awan ini diakhiri
dengan pesta lampion . Perayaannya masih di tempat yang sama yaitu di
Pelataran Candi Arjuna . Puluhan ribu orang berpartisipasi dalam acara ini .
Ini adalah kali pertama saya menerbangkan lampion . Sebelum lampion
ditrebangkan, biasanya disertai ritual "make a wish" dengan harapan
segala keinginan akan terlaksana seiring doa2 tersebut telah sampai ke atas
langit dan diijabah yang maha kuasa, sang penguasa langit dan bumi . Namun
sayangnya lampion saya gagal terbang. Mungkin dia terlalu berat membawa doa . hi..hi ..Pada malam itu, untuk pertama kali nya dalam hidup saya , saya
melihat langit yang sangat indah bermandikan cahaya keemasan . Pada malam itu
juga , ribuan lampion diterbangkan, yang artinya ribuan doa telah diterbangkan
ke atas langit Dieng .
#daywritingchallange
#30dwcjilid15
#squad8
#day8
#30dwcjilid15
#squad8
#day8
Pesona Sungai Amazon Mini Di Pacitan
Setelah explore pantai-pantainya , hari ke 3 di Pacitan Kami berhasil menelusuri keindahan Sungai Maron. Siapa sangka kalau ternyata Pacitan punya objek wisata Sungai Maron yang pesonanya mirip sungai Amazon, namun berukuran mini. Sungai Maron terletak di Desa Dersono, Kecamatan Pring Kuku, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.
Dengan wisata ke sungai ini, kita akan mendapatkan dua spot wisata sekaligus, yaitu menyusuri sungai dan Pantai Ngiroboyo. Sungai Maron mempunyai panjang sekitar 3,5 km di mana di setiap pinggirnya dikelilingi berbagai pepohonan rindang yang asri, ada juga pohon kelapa juga hutan yang rindang di setiap sisinya.
Pesona inilah yang membuat Sungai Maron mendapat julukan Sungai Amazonnya Indonesia. Sungai ini mempunyai kedalaman sekitar 20 meter, airnya sangat jernih dan berwarna hijau tosca. Adapun untuk masuk ke kawasan wisata ini Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.500 per orang. Harga sewa satu perahu Rp 100 ribu, kapasitas perahu bisa untuk 5 sampai 6 orang. Murah bukaan?
Sungai ini merupakan sungai yang cantik dan langsung tembus ke Pantai Ngiroboyo.Pada saat pertama menyusuri sungai belum tampak keindahan dari sungai ini, masih terkesan biasa-biasa saja. Semakin jauh perahu dikayuh dan mendekati pantai Ngiroboyo, maka akan ditemukan pemandangan yang eksotik yang tersembunyi.
Semakin mendekati pantai, air sungai akan semakin jernih berwarna kebiru-biruan. Setelah menyusuri sungai Maron yang bermuara di Pantai Ngiroboyo, anda dapat bermain sepuas-puasnya di pantai ini.
Suasana dipantai ini sangat sepi, bak private beach. Di sini juga anda akan menyaksikan pertemuan dua arus yaitu arus air sungai dan arus air laut. Pantai Ngiroboyo merupakan pantai yang diapit oleh dua tebing dengan ciri khas lainnya yaitu pasirnya yang berwarna coklat kehitam-hitaman.
Jadi pada saat berkunjung ke Sungai Maron, kita tidak saja dapat berfoto di sungai yang memiliki pemandangan yang indah tetapi juga di pantai Ngiroboyo yang merupakan muara Sungai Maron.
#daywritingchallange
#dwcjilid15
#day7
Dengan wisata ke sungai ini, kita akan mendapatkan dua spot wisata sekaligus, yaitu menyusuri sungai dan Pantai Ngiroboyo. Sungai Maron mempunyai panjang sekitar 3,5 km di mana di setiap pinggirnya dikelilingi berbagai pepohonan rindang yang asri, ada juga pohon kelapa juga hutan yang rindang di setiap sisinya.
Pesona inilah yang membuat Sungai Maron mendapat julukan Sungai Amazonnya Indonesia. Sungai ini mempunyai kedalaman sekitar 20 meter, airnya sangat jernih dan berwarna hijau tosca. Adapun untuk masuk ke kawasan wisata ini Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.500 per orang. Harga sewa satu perahu Rp 100 ribu, kapasitas perahu bisa untuk 5 sampai 6 orang. Murah bukaan?
Sungai ini merupakan sungai yang cantik dan langsung tembus ke Pantai Ngiroboyo.Pada saat pertama menyusuri sungai belum tampak keindahan dari sungai ini, masih terkesan biasa-biasa saja. Semakin jauh perahu dikayuh dan mendekati pantai Ngiroboyo, maka akan ditemukan pemandangan yang eksotik yang tersembunyi.
Semakin mendekati pantai, air sungai akan semakin jernih berwarna kebiru-biruan. Setelah menyusuri sungai Maron yang bermuara di Pantai Ngiroboyo, anda dapat bermain sepuas-puasnya di pantai ini.
Suasana dipantai ini sangat sepi, bak private beach. Di sini juga anda akan menyaksikan pertemuan dua arus yaitu arus air sungai dan arus air laut. Pantai Ngiroboyo merupakan pantai yang diapit oleh dua tebing dengan ciri khas lainnya yaitu pasirnya yang berwarna coklat kehitam-hitaman.
Jadi pada saat berkunjung ke Sungai Maron, kita tidak saja dapat berfoto di sungai yang memiliki pemandangan yang indah tetapi juga di pantai Ngiroboyo yang merupakan muara Sungai Maron.
#daywritingchallange
#dwcjilid15
#day7
Kamis, 25 Oktober 2018
Menanti Senja Di Pantai Srau
Pantai Srau mungkin belum sepopuler pantai lainnya di Pacitan. Namun keindahannya bisa bikin traveler betah berlama-lama di sana.
Pantai Srau berlokasi di Desa Srau, Dusun Candi, Kecamatan Pringkulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Perjalanan dari kota Pacitan ke Pantai Srau memang agak sulit dijangkau, sama seperti pantai-pantai lainnya di Pacitan yang mblusuk dan sangat jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak ada angkutan umum yang menuju langsung ke pantai ini.
Akses jalan menuju tempat ini sedikit rusak, sempit, berkelok-kelok dan sesekali menanjak. Selain perjalanan yang menguras adrenalin tadi, kita juga akan melewati perbukitan dan pinggiran hutan yang rindang
Srau bisa dibilang pantai yang masih jarang dikunjungi dan terbilang masih perawan/ Sehingga masih sangat terjaga keasliannya. Srau sendiri mempunyai tiga sisi pantai yang menawarkan keindahan masing masing.
Sisi timur pantai yang biasa disebut Srau 1 mempunyai keunikannya sendiri dengan jejeran pohon kelapa yang berbaris rapi. Sementara di sebelah barat yang biasa disebut Srau 2 tampak lebih sepi, bak private beach dengan garis pantai yang lumayan panjang, pasir putih yang halus, dengan ciri khas lainnya dua buah batu karang yang berdiri kokoh.
Jika air sedang surut kita juga bisa berjalan menuju batu-batu karang untuk mencari spot foto terbaik. Daya tarik lainnya dari Pantai Srau ada di Srau 3 dengan keberadaan bukit-bukit karang yang memperindah pemandangan.
Di sini kita juga bisa naik ke atas bukit Srau untuk menyaksikan pemandangan laut bebas dari ketinggian. Bukit ini ditumbuhi rumput alang-alang yang tinggi. Momen yang mengasyikkan di sini adalah ketika menunggu sunset sambil berfoto siluet dari atas bukit.
Sungguh merupakan pemandangan yang sangat sempurna dan dijamin siapapun pasti akan betah untuk berlama-lama di sini. Jangan lupa jika berkunjung ke Pacitan, sempatkan dirimu kemari, rasakan sensasi berada di pantai pribadi dan silakan lihat sendiri bagaimana indahnya sunset di sana. Siapkan kamera dan handphone terbaik karena pastinya banyak sekali spot-spot foto yang super cantik.
Pantai Srau berlokasi di Desa Srau, Dusun Candi, Kecamatan Pringkulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Perjalanan dari kota Pacitan ke Pantai Srau memang agak sulit dijangkau, sama seperti pantai-pantai lainnya di Pacitan yang mblusuk dan sangat jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak ada angkutan umum yang menuju langsung ke pantai ini.
Akses jalan menuju tempat ini sedikit rusak, sempit, berkelok-kelok dan sesekali menanjak. Selain perjalanan yang menguras adrenalin tadi, kita juga akan melewati perbukitan dan pinggiran hutan yang rindang
Srau bisa dibilang pantai yang masih jarang dikunjungi dan terbilang masih perawan/ Sehingga masih sangat terjaga keasliannya. Srau sendiri mempunyai tiga sisi pantai yang menawarkan keindahan masing masing.
Sisi timur pantai yang biasa disebut Srau 1 mempunyai keunikannya sendiri dengan jejeran pohon kelapa yang berbaris rapi. Sementara di sebelah barat yang biasa disebut Srau 2 tampak lebih sepi, bak private beach dengan garis pantai yang lumayan panjang, pasir putih yang halus, dengan ciri khas lainnya dua buah batu karang yang berdiri kokoh.
Jika air sedang surut kita juga bisa berjalan menuju batu-batu karang untuk mencari spot foto terbaik. Daya tarik lainnya dari Pantai Srau ada di Srau 3 dengan keberadaan bukit-bukit karang yang memperindah pemandangan.
Di sini kita juga bisa naik ke atas bukit Srau untuk menyaksikan pemandangan laut bebas dari ketinggian. Bukit ini ditumbuhi rumput alang-alang yang tinggi. Momen yang mengasyikkan di sini adalah ketika menunggu sunset sambil berfoto siluet dari atas bukit.
Sungguh merupakan pemandangan yang sangat sempurna dan dijamin siapapun pasti akan betah untuk berlama-lama di sini. Jangan lupa jika berkunjung ke Pacitan, sempatkan dirimu kemari, rasakan sensasi berada di pantai pribadi dan silakan lihat sendiri bagaimana indahnya sunset di sana. Siapkan kamera dan handphone terbaik karena pastinya banyak sekali spot-spot foto yang super cantik.
#daywritingchallange
#dwcjilid15
#day6
Cantiknya Air Terjun Pantai Banyu Tibo
Setelah Pantai Klayar yang cantik sempurna dan bikin saya jatuh cinta pada pandangan pertama, pantai berikutnya yang kita kunjungi adalah Pantai Banyu Tibo.
Dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya di Pacitan, Banyu Tibo punya suasana dan pemandangan yang berbeda. Ciri khas pantai ini yakni sebuah air terjun yang jatuh langsung ke pantai.
Merujuk pada keberadaan air terjun tersebutlah, maka pantai ini dinamakan Banyu Tibo yang dalam bahasa jawa artinya adalah air jatuh.
Lokasi pantai banyu tibo ini berada di pinggiran Pacitan bagian selatan. Tepatnya di Desa Widoro, Kecamatan Donorejo.
Secara keseluruhan pantai ini sebenernya tidak jauh berbeda dengan pantai-pantai Pacitan pada umumnya, yakni berpasir putih, air laut yang jernih, ombak yang kencang. Hanya keberadaan air terjun yang membuat pantai ini berbeda.
Air yang jatuh dari tebing adalah air tawar yang berasal dari sumber air bawah tanah di pegunungan karst di sekitar pantai. Karena lokasinya yang agak mblusuk, maka pantai ini masih sangat asri dan juga sepi karena masih jarang dikunjungi wisatawan.
Pantai Banyu Tibo juga dikelilingi oleh bukit-bukit karst sehingga akses jalan menuju lokasi berkelok-kelok, sempit, dan menanjak. Untuk kita yang suka berpetualang, suasana seperti ini tentu menjadi kesenangan tersendiri.
Selain keunikan dari air terjun tadi, keseruan lain yang bisa dilakukan di Pantai Banyu Tibo adalah menikmati deburan dan gulungan ombak yang terhempas karang dan menghasilkan percikan ombak yang tinggi layaknya water blow di Bali.
Berselfie bersama ombak adalah moment terseru yang saya dan teman-teman lakukan di Pantai Banyu Tibo.
Jadi kalau kamu anak pantai dan masih bingung mau mencari pantai yang masih sepi pastinya Pantai Banyu Tibo ini bisa kamu masukin ke Bucket List Liburan kamu.
Di sini kamu bisa berlama-lama di pantai tanpa terganggu dengan banyaknya lalu lalang pengunjung. Di sini juga kamu bisa menikmati alam dengan ditemani deburan dan hempasan ombak yang menggulung, birunya laut, gemercik air terjun.
#30dwcjilid15
#dwcjilid15
#squad8
#day5
Dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya di Pacitan, Banyu Tibo punya suasana dan pemandangan yang berbeda. Ciri khas pantai ini yakni sebuah air terjun yang jatuh langsung ke pantai.
Merujuk pada keberadaan air terjun tersebutlah, maka pantai ini dinamakan Banyu Tibo yang dalam bahasa jawa artinya adalah air jatuh.
Lokasi pantai banyu tibo ini berada di pinggiran Pacitan bagian selatan. Tepatnya di Desa Widoro, Kecamatan Donorejo.
Secara keseluruhan pantai ini sebenernya tidak jauh berbeda dengan pantai-pantai Pacitan pada umumnya, yakni berpasir putih, air laut yang jernih, ombak yang kencang. Hanya keberadaan air terjun yang membuat pantai ini berbeda.
Air yang jatuh dari tebing adalah air tawar yang berasal dari sumber air bawah tanah di pegunungan karst di sekitar pantai. Karena lokasinya yang agak mblusuk, maka pantai ini masih sangat asri dan juga sepi karena masih jarang dikunjungi wisatawan.
Pantai Banyu Tibo juga dikelilingi oleh bukit-bukit karst sehingga akses jalan menuju lokasi berkelok-kelok, sempit, dan menanjak. Untuk kita yang suka berpetualang, suasana seperti ini tentu menjadi kesenangan tersendiri.
Selain keunikan dari air terjun tadi, keseruan lain yang bisa dilakukan di Pantai Banyu Tibo adalah menikmati deburan dan gulungan ombak yang terhempas karang dan menghasilkan percikan ombak yang tinggi layaknya water blow di Bali.
Berselfie bersama ombak adalah moment terseru yang saya dan teman-teman lakukan di Pantai Banyu Tibo.
Jadi kalau kamu anak pantai dan masih bingung mau mencari pantai yang masih sepi pastinya Pantai Banyu Tibo ini bisa kamu masukin ke Bucket List Liburan kamu.
Di sini kamu bisa berlama-lama di pantai tanpa terganggu dengan banyaknya lalu lalang pengunjung. Di sini juga kamu bisa menikmati alam dengan ditemani deburan dan hempasan ombak yang menggulung, birunya laut, gemercik air terjun.
#30dwcjilid15
#dwcjilid15
#squad8
#day5
Rabu, 24 Oktober 2018
Deklarasi DWC JILID15
Angka 0 (nol) bagi saya adalah sebuah titik awal sebuah perjalanan. Dan saya memutuskan titik awal itu di DWCJILID15. Bersama-sama fighter di SQUAD8 yang penuh semangat . Semoga kita tetep fokus hingga titik akhir.
Ranty
Pejuang30dwcjilid15
#30dwcjilid15#
#squad8#
Selasa, 23 Oktober 2018
Pantai Ini Bikin Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Petualangan hari ke 3 "Pacitan Squad" kali ini adalah "beach to beach". Selain terkenal akan Goa Gongnya, Pacitan juga terkenal akan
keindahan pantainya. Pantai pertama yang kami kunjungi adalah "Klayar". Lokasi dan rute menuju
Pantai Klayar, Pacitan ini berada di Desa Kalak, Kecamatan Donorejo,
Kabupaten Pacitan, provinsi Jawa Timur.
Jika pengunjung datang dari arah kota Yogyakarta , bisa melalui Kota Wonosari di Gunungkidul lalu ke timur menuju ke arah Pathuk dan lanjur ke arah Kota Wonosari.
Dari sana perjalanan di lanjut ke Pracimantoro. Setelah itu ke Giribelah, nanti akan melewati daerah Punung. Setelah daerah Punung nanti di kanan jalan ada papan nama Pantai Klayar. Pengunjung tinggal mengikuti arah papan nama menuju ke Pantai Klayar tersebut.
Perjalanan menuju ke lokasi akan melalui jalan berbukit, dengan medan yang berkelok-kelok dan sesekali menanjak. Perjuangan yang menguras adrenalin ini akan terbayar begitu sampai ke lokasi.
Hamparan pasir putihnya menyambut kedatangan kami . Jatuh cinta pada pandangan pertama , itulah kesan pertama saya begitu melihat keindahannya yang menakjubkan.
Pantai ini mempunyai aura tersendiri, dengan ombak yang sangat indah dan kencang serta semburan air laut dari sela-sela karang menjadi ciri khas pantai ini.
Suasana pantai yang masih sepi dan alami, pasir putih bersanding damai dengan gagahnya karang yang menjorok kelaut, ditambah deburan ombak dan desiran angin menambah eksotisme layaknya surga kecil yang tersembunyi.
Sesampainya di pantai ini anda akan disambut dengan hamparan pasir putihnya. Oh iya harga tiket masuknya 7.000 rupiah saja. Pantai ini sangat luas karena ada 2 bukit di kanan kirinya.
Ciri khas pantai ini adalah adanya spot batu mirip Sphinx. Area batu karst di sisi kiri pantai ini kedua ujungnya menjulang, sehingga tampak seperti Sphinx di Mesir. Nah di sini juga tarikan ombaknya dahsyat, sehingga area ini dijaga dan dikunci.
Jika ombaknya lagi bersahabat, area ini terbuka untuk umum dan kamu bisa naik ke atasnya. Di depan batu Sphinx ini ada juga sebuah batu karst yang besar dan agak mirip Tanah Lot loh. Mengingat Pantai Klayar ini areanya memang sangat luas dan berbukit sehingga di sini disediakan penyewaan APV untuk memudahkan pengunjung menelusuri pantai dari segala sisinya.
Di ujung sebelah kiri pantai ada sebuah bukit bernama Bukit Indah Lestari. Bukit ini gampang didaki tapi Kami memilih untuk naik APV dengan tarif 10.000 rupiah perorang. Sampai di atas bukit, dikenakan biaya 2000 rupiah saja. Di sini kamu bisa duduk-duduk memandang laut lepas ditemani pepohonan, suara ombak dan semilir angin. Melihat kecantikan Pantai Klayar dari atas bukit indah lestari menambah kesempurnaan kecantikannya.
Jadi , jika sahabat berkunjung ke Pacitan, jangan lupa masukkan Pantai Klayar ke itinerary. Pantai ini adalah pantai yang sempurna dengan berbagai keindahan di segala sisinya sehingga menjadi primadona dan menjadi incaran para traveler. Dijamin kamu pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama .
#30DWCJILID15
#SQUAD8
#DAY4
Jika pengunjung datang dari arah kota Yogyakarta , bisa melalui Kota Wonosari di Gunungkidul lalu ke timur menuju ke arah Pathuk dan lanjur ke arah Kota Wonosari.
Dari sana perjalanan di lanjut ke Pracimantoro. Setelah itu ke Giribelah, nanti akan melewati daerah Punung. Setelah daerah Punung nanti di kanan jalan ada papan nama Pantai Klayar. Pengunjung tinggal mengikuti arah papan nama menuju ke Pantai Klayar tersebut.
Perjalanan menuju ke lokasi akan melalui jalan berbukit, dengan medan yang berkelok-kelok dan sesekali menanjak. Perjuangan yang menguras adrenalin ini akan terbayar begitu sampai ke lokasi.
Hamparan pasir putihnya menyambut kedatangan kami . Jatuh cinta pada pandangan pertama , itulah kesan pertama saya begitu melihat keindahannya yang menakjubkan.
Pantai ini mempunyai aura tersendiri, dengan ombak yang sangat indah dan kencang serta semburan air laut dari sela-sela karang menjadi ciri khas pantai ini.
Suasana pantai yang masih sepi dan alami, pasir putih bersanding damai dengan gagahnya karang yang menjorok kelaut, ditambah deburan ombak dan desiran angin menambah eksotisme layaknya surga kecil yang tersembunyi.
Sesampainya di pantai ini anda akan disambut dengan hamparan pasir putihnya. Oh iya harga tiket masuknya 7.000 rupiah saja. Pantai ini sangat luas karena ada 2 bukit di kanan kirinya.
Ciri khas pantai ini adalah adanya spot batu mirip Sphinx. Area batu karst di sisi kiri pantai ini kedua ujungnya menjulang, sehingga tampak seperti Sphinx di Mesir. Nah di sini juga tarikan ombaknya dahsyat, sehingga area ini dijaga dan dikunci.
![]() |
| disebelah kiri ada spot batu mirip sphinx dan di kanan ada batu mirip tanah lot |
![]() |
| batu mirip sphinx dan tarikan ombak disini dahsyat lho |
![]() |
| pemandangan dari atas bukit indah letsari |
![]() |
| PACITAN SQUAD : HADI , IVAN, ULY, ANDRI |
Jika ombaknya lagi bersahabat, area ini terbuka untuk umum dan kamu bisa naik ke atasnya. Di depan batu Sphinx ini ada juga sebuah batu karst yang besar dan agak mirip Tanah Lot loh. Mengingat Pantai Klayar ini areanya memang sangat luas dan berbukit sehingga di sini disediakan penyewaan APV untuk memudahkan pengunjung menelusuri pantai dari segala sisinya.
![]() |
| Diatas bukit indah lestari ada tempat duduk untu bersantai |
![]() |
| Pemdangan di sebelah kanan bukit indah lestari mirip bamboo bay koh lanta thailand |
Di ujung sebelah kiri pantai ada sebuah bukit bernama Bukit Indah Lestari. Bukit ini gampang didaki tapi Kami memilih untuk naik APV dengan tarif 10.000 rupiah perorang. Sampai di atas bukit, dikenakan biaya 2000 rupiah saja. Di sini kamu bisa duduk-duduk memandang laut lepas ditemani pepohonan, suara ombak dan semilir angin. Melihat kecantikan Pantai Klayar dari atas bukit indah lestari menambah kesempurnaan kecantikannya.
![]() |
| serunya menyelusuri pantai naik apv |
Jadi , jika sahabat berkunjung ke Pacitan, jangan lupa masukkan Pantai Klayar ke itinerary. Pantai ini adalah pantai yang sempurna dengan berbagai keindahan di segala sisinya sehingga menjadi primadona dan menjadi incaran para traveler. Dijamin kamu pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama .
#30DWCJILID15
#SQUAD8
#DAY4
Langganan:
Postingan (Atom)






































